PERKUAT SINERGI SEKOLAH DAN DUNIA KERJA, SMK NEGERI 1 SUSUT GELAR WORKSHOP PENYELARASAN KURIKULUM

Preview Workshop Kurikulum 2025

Transformasi pendidikan yang bermakna tidak lahir dari rutinitas, tetapi dari keberanian untuk merefleksi, menyusun ulang, dan menyelaraskan arah pembelajaran dengan kebutuhan zaman. Dalam semangat inilah, SMK Negeri 1 Susut menyelenggarakan Workshop Review dan Penyelarasan Kurikulum serta Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka, yang dilaksanakan selama empat hari, dari Senin, 7 Juli hingga Kamis, 10 Juli 2025.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Pendamping Satuan Pendidikan, Bapak I Wayan Budiasa, S.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan bermutu hanya bisa dicapai melalui refleksi berkelanjutan terhadap kurikulum dan praktik pengajaran. Ia menekankan pentingnya menjadikan kurikulum sebagai alat gerak yang dinamis, bukan sekadar dokumen administratif.

Kepala SMK Negeri 1 Susut, I Dewa Gede Putra Astika, S.Kom, dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah momentum penting untuk membangun ruang kolaborasi antarguru, menyusun strategi pembelajaran yang kontekstual, serta memperkuat daya tarik sekolah sebagai pusat pendidikan vokasi berkualitas.

“Kegiatan ini menjadi awal untuk memberikan kontribusi lebih, dengan harapan di tahun-tahun berikutnya terjadi peningkatan daya tarik terhadap sekolah. Kurikulum yang dirancang melalui kegiatan ini diharapkan menjadi roh dalam setiap proses pembelajaran, yang menggerakkan perubahan dan peningkatan kualitas pendidikan di SMK Negeri 1 Susut,” ungkap Kepala Sekolah dalam sambutannya.

Selain meninjau ulang pelaksanaan kurikulum dan menyelaraskan perangkat ajar, kegiatan ini juga memiliki tujuan strategis, yakni mendekatkan kurikulum sekolah dengan kebutuhan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA). Hal ini dilakukan agar proses pembelajaran di SMK tidak hanya berbasis teori, tetapi juga sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini.

IDUKA sebagai Mitra Strategis Pembelajaran

Salah satu sorotan penting dalam workshop ini adalah partisipasi aktif Industri dan Dunia Kerja (IDUKA). SMK Negeri 1 Susut menghadirkan IDUKA sebagai mitra pembelajaran untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja nyata. Kolaborasi ini dikemas dalam bentuk sesi workshop dan Focus Group Discussion (FGD), yang menghadirkan diskusi terbuka antara guru dan pelaku industri.

Melalui FGD ini, capaian pembelajaran yang telah dirancang oleh guru dianalisis ulang dan diperkaya dengan masukan berbasis praktik nyata serta perkembangan industri terkini. Proses ini menjadi jembatan penting dalam mengonstektualisasikan layanan pembelajaran, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga siap menghadapi tantangan dan standar dunia kerja yang dinamis.

Harapannya, kemitraan ini tidak berhenti pada penyusunan dokumen kurikulum semata, namun berkembang menjadi kolaborasi nyata dalam bentuk program pelatihan, magang industri, Teaching Factory (TEFA), hingga pembentukan karakter siswa berbasis kebutuhan industri.

Penguatan Kompetensi dan Daya Saing Lulusan

Visi besar SMK tidak hanya melahirkan lulusan yang cakap secara teknis, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat lokal, nasional, bahkan global. Dalam kunjungannya pada hari ketiga workshop, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Bapak I Gusti Ngurah Crisna Adijaya, S.STP., MM, menyampaikan pentingnya penguatan kompetensi bahasa asing—khususnya Bahasa Inggris—sebagai strategi personal branding lulusan SMK.

Beliau menekankan bahwa penguasaan bahasa adalah gerbang akses menuju peluang global, dan harus menjadi bagian integral dari strategi pengembangan diri siswa.

“Kita boleh saja kekurangan fasilitas, tetapi jangan sampai miskin gagasan. Siswa SMK harus dipersiapkan tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga mental dan karakter. Ketahanan dan daya juang itu lahir dari pembelajaran yang kontekstual dan bernilai,” tegas beliau.

Menurutnya, pembelajaran yang baik bukan hanya tentang materi pelajaran, melainkan tentang membentuk manusia yang mampu bertahan, tumbuh, dan berkontribusi.

Komitmen SMK Negeri 1 Susut Menuju Pembelajaran Bermakna

Workshop ini tidak hanya menghasilkan dokumen kurikulum baru. Lebih dari itu, ia menjadi bukti nyata komitmen SMK Negeri 1 Susut untuk membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, relevan, dan berdampak. Setiap refleksi yang dilakukan, setiap rekomendasi yang dirumuskan, dan setiap langkah yang disepakati menjadi fondasi kuat dalam menciptakan ruang belajar yang menginspirasi dan memberdayakan.

Pembelajaran yang bermakna adalah yang mampu menjawab kebutuhan zaman, menyentuh realitas siswa, dan memberi bekal untuk masa depan. Inilah prinsip yang terus dijaga oleh SMK Negeri 1 Susut. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, sekolah ini siap menyongsong tahun ajaran baru dengan wajah kurikulum yang lebih segar, adaptif, dan transformatif.

“Kami percaya, perubahan besar berawal dari langkah kecil yang konsisten. Melalui kegiatan ini, kami membuktikan bahwa pembaruan kurikulum bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi panggilan untuk menghadirkan pembelajaran yang benar-benar berdampak bagi siswa,” tutup Kepala Sekolah.