GOTONG ROYONG WARGA SMK NEGERI 1 SUSUT: WUJUD NYATA IMPLEMENTASI TEBA MODERN SEBAGAI SOLUSI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS SUMBER

Preview Gotong Royong Teba Modern

SMK Negeri 1 Susut kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui kegiatan gotong royong seluruh warga sekolah dalam pembangunan Teba Modern. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 05 Mei 2025, di area Utara sekolah, melibatkan siswa, guru, tenaga kependidikan, serta partisipasi dari komite dan masyarakat sekitar sekolah.

Pembangunan Teba Modern ini merupakan bentuk implementasi dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, yang mewajibkan setiap institusi, termasuk satuan pendidikan, untuk mengelola sampah secara mandiri dan bertanggung jawab sejak dari titik asal. Inisiatif ini juga menjadi langkah konkret sekolah dalam mendukung program Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

Tujuan dari pembangunan Teba Modern ini adalah untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah organik yang efisien, berbasis kearifan lokal, namun menggunakan pendekatan yang lebih modern dan berkelanjutan. Sampah organik dari kantin sekolah, limbah daun dan sisa makanan, akan diproses secara mandiri menjadi kompos yang dapat digunakan untuk mendukung program pertanian sekolah atau dijual sebagai produk ramah lingkungan.

Dalam arahannya saat membuka kegiatan gotong royong, Plt. Kepala SMK Negeri 1 Susut, I Nyoman Susila, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan lingkungan harus dimulai dari praktik nyata di lingkungan sekolah. Ia menyampaikan bahwa Teba Modern bukan hanya proyek fisik, tetapi juga proyek pembentukan karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.

“Pengelolaan sampah tidak bisa diserahkan begitu saja kepada pihak luar. Sesuai amanat Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019, sekolah wajib menjadi contoh dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Melalui gotong royong ini, kita tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk hidup bersih, sehat, dan selaras dengan alam,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa keberadaan Teba Modern akan menjadi media pembelajaran kontekstual lintas mata pelajaran, khususnya dalam bidang pertanian, biologi, kewirausahaan, dan pendidikan lingkungan hidup. Ia berharap semua siswa dapat terlibat aktif dalam pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas ini, serta menjadikan sekolah sebagai zona bebas sampah organik.

Kegiatan gotong royong berlangsung dengan antusias dan semangat kekeluargaan. Para siswa membawa peralatan seperti cangkul, sekop, dan ember untuk membersihkan area, menggali tanah, serta menyiapkan bak kompos dan saluran irigasi sederhana. Para guru turut membimbing dan memberikan edukasi tentang pemisahan jenis sampah serta cara pengomposan yang benar.

 

kegiatan ini tidak hanya mendukung pengurangan sampah, tetapi juga melatih keterampilan siswa dalam pengelolaan limbah organik. Ia menyebut bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kurikulum merdeka belajar yang menekankan pada proyek nyata berbasis profil pelajar Pancasila.

Dengan selesainya pembangunan tahap awal Teba Modern, SMK Negeri 1 Susut menegaskan langkahnya sebagai sekolah yang ramah lingkungan dan berbudaya bersih. Ke depan, sekolah juga akan mengadakan pelatihan dan workshop pemanfaatan kompos, serta mengembangkan bank sampah untuk mendukung ekonomi sirkular di lingkungan sekolah.

Melalui semangat gotong royong, SMK Negeri 1 Susut tidak hanya menjalankan kewajiban regulatif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kolaborasi dalam menjaga lingkungan hidup. Teba Modern bukan hanya solusi teknis, melainkan simbol dari perubahan budaya hidup bersih dan berkelanjutan yang dimulai dari sekolah.