SMK Negeri 1 Susut menerima kunjungan Tim Posyandu Provinsi Bali dalam rangka verifikasi lapangan Lomba Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS). Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penilaian untuk melihat secara langsung implementasi pengelolaan sampah di satuan pendidikan. Dalam verifikasi tersebut, SMKN 1 Susut tampil percaya diri dengan berbagai praktik baik pengelolaan sampah yang dilaksanakan secara konsisten, inovatif, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan PSBS di SMKN 1 Susut selaras dengan Program Bali Bersih Sampah serta mengacu pada Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Kebijakan tersebut menjadi landasan penting dalam memperkuat peran sekolah sebagai agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan.
Pengelolaan Sampah Organik dengan Teba Modern
Salah satu fokus utama dalam verifikasi lapangan adalah pengelolaan sampah organik menggunakan teba modern. SMKN 1 Susut telah mengembangkan teba modern sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengolah sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas sekolah sehari-hari. Sampah organik dipilah sejak dari sumber, kemudian diolah secara terkontrol sehingga tidak menimbulkan bau maupun pencemaran lingkungan.
Melalui teba modern, sampah organik diolah menjadi bahan yang bermanfaat dan bernilai guna. Praktik ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara sederhana namun berdampak besar apabila dilaksanakan secara konsisten dan melibatkan seluruh warga sekolah. Tim verifikator mencermati langsung proses pemilahan, pengolahan, serta pemanfaatan hasil olahan sampah organik yang diterapkan di lingkungan sekolah.
Integrasi PSBS dengan Kurikulum Sekolah
Keunggulan lain yang ditampilkan SMKN 1 Susut adalah integrasi program PSBS ke dalam kurikulum sekolah. Pengelolaan sampah tidak berdiri sebagai kegiatan tambahan, melainkan menjadi bagian dari proses pembelajaran. Integrasi ini mendukung implementasi kebijakan daerah terkait pengelolaan sampah berbasis sumber sebagaimana diamanatkan dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025.
Melalui pembelajaran kontekstual, peserta didik tidak hanya memahami konsep pengelolaan lingkungan secara teoritis, tetapi juga menerapkannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mendorong tumbuhnya kesadaran ekologis, sikap tanggung jawab, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi persoalan lingkungan
Inovasi Komposter Ember Tumpuk dan Daur Ulang Sampah Elektronik
Dalam verifikasi lapangan, SMKN 1 Susut juga menampilkan inovasi pemanfaatan komposter ember tumpuk sebagai alternatif pengolahan sampah organik skala kecil. Komposter ini digunakan sebagai media edukasi yang mudah diterapkan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Inovasi ini sejalan dengan prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan yang mendorong pengurangan sampah sejak dari sumber.
Selain itu, sekolah juga mengembangkan praktik daur ulang sampah elektronik. Sampah elektronik yang tidak terpakai dimanfaatkan kembali sebagai media pembelajaran, sehingga memiliki nilai edukatif sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan. Inovasi ini memperkuat peran sekolah dalam mendukung Program Bali Bersih Sampah melalui pendekatan kreatif dan aplikatif.
Literasi Lingkungan sebagai Budaya Sekolah
Sebagai penguatan program PSBS, SMKN 1 Susut melaksanakan literasi lingkungan secara berkala kepada seluruh warga sekolah. Literasi ini dilakukan melalui sosialisasi, praktik langsung, serta pembiasaan dalam aktivitas sehari-hari. Upaya ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari budaya sekolah.
Harapan dan Keberlanjutan Program PSBS
Melalui verifikasi lapangan ini, SMKN 1 Susut menunjukkan keselarasan antara kebijakan sekolah dengan program strategis Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Program Bali Bersih Sampah dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025. Kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah berbasis sumber secara berkelanjutan.
Ke depan, SMKN 1 Susut diharapkan mampu menjadi contoh satuan pendidikan yang konsisten menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber, terintegrasi dengan kurikulum, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Bali yang bersih, sehat, dan lestari.



