Pada Kamis, 14 Agustus 2025, suasana berbeda terasa di lapangan upacara SMK Negeri 1 Susut. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Bali ke-67, seluruh warga sekolah melaksanakan upacara bendera dengan khidmat dan penuh semangat. Tema peringatan tahun ini adalah “Amukti Bali Hita”, yang bermakna mewujudkan kebahagiaan Bali melalui keharmonisan alam, manusia, dan budaya.
Sejak pagi hari, seluruh peserta upacara mulai dari murid, guru, hingga pegawai hadir dengan busana adat Bali. Para siswa putra mengenakan udeng, baju putih, kamen, dan saput, sementara siswi putri tampak anggun dalam kebaya lengkap dengan selendang. Pemandangan ini menciptakan suasana yang sarat nilai budaya, menjadi bukti bahwa SMKN 1 Susut berkomitmen menjaga sekaligus melestarikan identitas daerah di tengah arus globalisasi.
Makna Hari Jadi Provinsi Bali ke-67
Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali bukan sekadar seremonial, melainkan momentum refleksi bersama. Usia 67 tahun menunjukkan perjalanan panjang pembangunan Bali yang senantiasa berpijak pada nilai Tri Hita Karana, yakni keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan alam lingkungannya.
Tema “Amukti Bali Hita” yang diangkat tahun ini mengandung pesan bahwa kesejahteraan masyarakat hanya bisa diraih dengan menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian budaya, serta kelestarian alam. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan di SMKN 1 Susut, yang menekankan pada pembentukan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta peduli terhadap lingkungan dan budaya.
Jalannya Upacara
Tepat pukul 07.30 WITA, upacara dimulai dengan suasana hening penuh penghormatan. Pasukan pengibar bendera dari perwakilan siswa tampil gagah membawa Sang Merah Putih. Dentuman gong dan gamelan baleganjur mengiringi jalannya prosesi, menambah kekhidmatan suasana.
Pembina upacara, yang pada kesempatan ini adalah Kepala SMKN 1 Susut, I Dewa Gede Putra Astika, S.Kom, dalam amanatnya menyampaikan pesan mendalam:
“Hari Jadi Provinsi Bali ke-67 ini bukan hanya sebuah perayaan, melainkan momentum untuk mempertegas jati diri kita sebagai generasi penerus Bali. Kita harus menjaga keharmonisan antara alam, manusia, dan budaya. Dari sekolah inilah, kita belajar bahwa kebersamaan, kerja keras, serta cinta pada tanah kelahiran adalah kunci untuk mewujudkan Bali yang sejahtera, lestari, dan berdaya saing.”
Beliau juga mengajak seluruh siswa untuk menanamkan rasa bangga sebagai orang Bali, dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal, sembari membuka diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Antusiasme terlihat jelas dari wajah para siswa. Dengan rapi mereka mengikuti seluruh rangkaian upacara, mulai dari penghormatan bendera hingga pembacaan doa. Guru dan pegawai pun ikut larut dalam suasana khidmat, merasakan kebanggaan menjadi bagian dari perjalanan Bali yang terus berkembang
Pelestarian Budaya Melalui Pendidikan
Pelaksanaan upacara bendera dengan pakaian adat Bali di SMKN 1 Susut menjadi bukti nyata bahwa sekolah tidak hanya mendidik siswanya dalam aspek akademik dan keterampilan, tetapi juga dalam pelestarian budaya lokal.
Guru seni budaya, Sang Ayu Putu Jatiani, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional sekaligus menguatkan identitas generasi muda Bali. “Ketika siswa kita bangga mengenakan busana adat, itu artinya mereka sudah ikut serta menjaga budaya. Ini penting agar generasi mendatang tidak kehilangan jati dirinya,” katanya.
Penutup
Upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Bali ke-67 di SMKN 1 Susut berakhir dengan doa bersama, memohon agar Bali senantiasa diberkahi kedamaian, kemakmuran, dan kelestarian. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, penuh semangat, dan memberi kesan mendalam bagi seluruh peserta.
Momentum ini bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga sebuah komitmen bersama. Melalui pendidikan yang berkarakter, pelestarian budaya, dan semangat kebersamaan, SMKN 1 Susut menegaskan perannya dalam mencetak generasi muda yang siap menjaga Bali, mengisi pembangunan dengan kerja keras, dan memperjuangkan kesejahteraan bersama.
“Amukti Bali Hita” hanya akan terwujud apabila seluruh komponen bersatu padu menjaga keharmonisan. Dari sekolah inilah kita mulai, dari siswa-siswi SMKN 1 Susut inilah masa depan Bali kita titipkan,” tutup Kepala SMKN 1 Susut dengan optimisme.
Dengan demikian, peringatan Hari Jadi Provinsi Bali ke-67 di SMKN 1 Susut tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga sebuah pengingat bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dari kerja keras, kebersamaan, dan kecintaan mendalam terhadap tanah kelahiran



