Sinergi Vokasi Hijau: Kunjungan SMKN 1 Bangli ke SMK Negeri 1 Susut Terkait PSBS

Kepala SMKN 1 Bangli I Nyoman Susila saat kunjungan pengimbasan PSBS di SMK Negeri 1 Susut Bangli.

Masalah sampah adalah tantangan kolektif yang memerlukan solusi dari hulu, terutama di lingkungan pendidikan. Dalam semangat kolaborasi antar-instansi, SMK Negeri 1 Susut secara resmi menerima kunjungan pengimbasan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dari SMK Negeri 1 Bangli pada 17 April 2026.

Kunjungan ini terasa istimewa dengan kehadiran langsung Kepala SMK Negeri 1 Bangli, I Nyoman Susila, beserta tim manajemen lingkungan sekolahnya. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mensinkronisasi gerakan Bali Bersih Sampah Plastik di wilayah Kabupaten Bangli, sekaligus memastikan sekolah vokasi menjadi pelopor dalam menjaga ekosistem Bali melalui manajemen limbah yang berkelanjutan.

Implementasi Pergub No. 9 Tahun 2025: Payung Hukum Menuju Bali Asri

Diskusi utama dalam kunjungan ini berfokus pada penguatan implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) No. 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Lingkungan Satuan Pendidikan. Regulasi terbaru ini mewajibkan setiap sekolah tidak hanya memilah sampah, tetapi juga mengelola limbah organiknya secara mandiri di area sekolah sebelum sampai ke TPA.

I Nyoman Susila menekankan bahwa sekolah bukan lagi sekadar penyumbang sampah, melainkan laboratorium hidup bagi siswa. “Kami hadir di SMK Negeri 1 Susut untuk saling berbagi praktik baik. Dengan adanya Pergub No. 9 Tahun 2025, kita memiliki landasan kuat untuk memastikan setiap lulusan SMK tidak hanya kompeten di bidangnya, tapi juga memiliki karakter peduli lingkungan,” ujar I Nyoman Susila di sela-sela diskusi.

Observasi Lapangan: Optimalisasi Teba Modern di SMKN 1 Susut

Rombongan dari SMK Negeri 1 Bangli melakukan observasi lapangan secara mendalam di area Green Zone SMK Negeri 1 Susut. Fokus utama observasi meliputi:

  • Sistem Pemilahan Berlapis: Edukasi siswa dalam memisahkan sampah organik, anorganik daur ulkang, dan residu sejak dari ruang kelas dan bengkel praktik.
  • Kerja sama dengan Bank Sampah: Manajemen sampah plastik yang terintegrasi dengan industri daur ulang lokal, memastikan rantai distribusi sampah plastik terputus dari ekosistem alam.
  • Optimalisasi Teba Modern: Inilah primadona dalam kunjungan kali ini. SMK Negeri 1 Susut menunjukkan bagaimana sistem Teba Modern mampu mengolah sampah organik daun dan sisa makanan menjadi kompos berkualitas tanpa menimbulkan aroma tak sedap.

Teba Modern yang diterapkan menggunakan teknologi lubang resapan yang dimodifikasi dengan bio-aktivator, sehingga lahan yang terbatas dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pengelolaan limbah organik skala besar.

Wujudkan Masa Depanmu di SMK Negeri 1 Susut: Sekolah yang Peduli Keberlanjutan

Keberhasilan SMK Negeri 1 Susut dalam mengelola PSBS hingga menjadi rujukan bagi sekolah lain, seperti kunjungan dari tim I Nyoman Susila, membuktikan kualitas kepemimpinan dan manajemen sekolah yang sangat profesional. Kami percaya bahwa pendidikan terbaik adalah yang mampu menyelaraskan kompetensi kerja dengan etika lingkungan.

Bagi calon siswa dan orang tua yang mendambakan lingkungan sekolah yang bersih, asri, dan peduli pada keberlanjutan, SMK Negeri 1 Susut adalah pilihan utama. Di sini, Anda akan mendapatkan:

  • Pendidikan Berkarakter: Siswa dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki etika lingkungan yang kuat.
  • Fasilitas Berbasis Alam: Kampus yang sejuk dan asri mendukung konsentrasi belajar yang maksimal.
  • Kesiapan Dunia Kerja: Kami mempersiapkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga paham mengenai standar industri hijau (ESG).

Mari bergabung bersama kami. Di SMK Negeri 1 Susut, kami tidak hanya mencetak tenaga kerja handal, tapi juga pahlawan lingkungan bagi masa depan Bali.

Kesimpulan: Kolaborasi untuk Bangli yang Lebih Hijau

Kunjungan pengimbasan dari I Nyoman Susila dan keluarga besar SMK Negeri 1 Bangli ke SMK Negeri 1 Susut menandai babak baru sinergi pendidikan vokasi. Dengan optimalisasi Teba Modern dan kepatuhan terhadap Pergub No. 9 Tahun 2025, kedua sekolah ini membuktikan bahwa vokasi adalah penggerak utama dalam pelestarian alam Bali. engimbasan ini juga menyoroti strategi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. SMK Negeri 1 Susut telah menerapkan kebijakan penggunaan botol minum isi ulang (tumblr) dan larangan pembungkus plastik di kantin sekolah. Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi pemerintah daerah dalam mewujudkan Bali yang bersih dan hijau.

Siap berkontribusi untuk Bali yang lebih bersih? Daftarkan dirimu segera di SMK Negeri 1 Susut dan jadilah bagian dari perubahan!